Contoh Karya Ilmiah Pendidikan Seks
Contoh Karya Ilmiah Pendidikan Seks - Kali ini Xncofies Mau share Tugas yang di Lombakan pada saat TMPI Mungkin Saja bisa berguna bagi teman-teman yang sedang mencari Contoh Karya Ilmiah Pendidikan Seks Semoga Bisa Bermanfaat. Silahkan Dibaca
AJARILAH AKU PENDIDIKAN SEKS
OLEH:
SAUFI RAHMAN
SMA
NEGERI 2 SELONG
Jalan
TGH M. Zainudin AM. No. 01 Pancor Lombok Timur 83611 Telp. (0376)
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Pada era globalisasi ini seks sudah menjadi trend bagi kalangan remaja khususnya SMA. Hal ini
disebabkan karena kurangnya pemahaman masyarakat tentang pendidikan seks atau sex education. Disini orang tua memiliki peran yang sangat penting
dalam pendidikan seks seorang anak agar tidak terjerumus ke dalam hal yang tidak baik. Namun pada
kenyataannya biasanya orang tua menyepelekan hal itu. Hal ini dikarenakan orang tua masih kurang
menyadari pentingnya pendidikan seks
dan
orang tua menganggap pembicaraan tentang pendidikan seks masih tabu. Padahal pendidikan
seks sangat berpengaruh pada
pergaulan seorang anak remaja yang memiliki keingintahuan yang cukup tinggi.
Ada pun pada era globalisasi ini pengaruh budaya
barat sangat kuat. Kebudayaan mereka itu
sangat bertolak belakang dengan norma-norma agama yang ada di Indonesia. Hal
ini harus menjadi perhatian bagi kita, karena kita tahu bangsa Indonesia ini
adalah bangsa yang menjunjung tinggi nilai agama.
Contoh dari pengaruh
luar adalah pergaulan bebas atau biasanya disebut free sex pada anak remaja masa sekarang. Hal ini sudah mulai tumbuh
dalam budaya anak remaja Indonesia karena banyak fakta yang membuktikan hal
tersebut salah satunya adalah nikah muda. Maka
dari itu orang tua harus lebih ketat mengawasi anak mereka terutama orang tua
yang memiliki anak remaja.
Anak remaja ini
memiliki sifat penasaran yang cukup tinggi karena pengaruh dari perkembangan
hormon yang ada dalam tubuh mereka. Maka dari itu tidak mustahil jika para
remaja mencoba hal-hal seperti melakukan hubungan seks. Akibatnya ada remaja
yang hamil di luar nikah, aborsi, nikah dini dan terjangkit penyakit kelamin.
Maka dari itu
pendidikan seks harus segera di terapkan agar orang tua dapat
mensosialisasikannya kepada anak mereka terutama anak remaja. Sehingga pola
pikir anak remaja bisa memiliki pola pikir bahwa melakukan hubungan seks di
luar nikah memiliki dampak yang tidak menyenangkan.
B.
Rumusan Masalah
Permasalahan
penyimpangan tentang pendidikan seks yang terjadi pada remaja cukup banyak
karena banyak sekali dampak yang telah kita rasakan salah satunya adalah nikah
muda seperti apa yang telah diuraikan dalam latar belakang diatas. Namun para
remaja pada umumnya banyak yang kurang tahu tentang pendidikan seks itu lantas
“seberapa pentingkah pendidikan seks diajarkan kepada para remaja?”
C.
Tujuan
Tujuan penulis
untuk menulis karya tulis ini adalah agar para remaja mengetahui apa sebenarnya
pendidikan seks itu dan mengetahui masalah seks pada umumnya. Disamping itu
penulis juga ingin menyampaikan kepada masyarakat agar tidak salah mengartikan
bahwa pendidikan seks itu harus diajarkan kepada generasi penerus bangsa baik secara formal dan informal.
D.
Manfaat
Jika pendidikan
seks telah dilakukan, baik secara formal dan informal, maka persentase nikah muda, penyakit kelamin, kehamilan tak di inginkan, dan lain-lain akan berkurang sehinngga generasi
penerus bangsa akan menjadi generasi penerus bangsa yang dapat
diharapkan bangsa.
Adapun
jika pendidikan seks telah dilakukan masyarakat jadi tahu pendidikan seks itu.
Maka dari itu orang tua tidak salah paham sehinngga orang tua dapat
mensosialisasikan hal tersebut kepada anak-anak dengan cara yang efektif dan
efisien agar menjadi remaja yang terarah. Jika seorang anak sudah tearah
otomatis anak tersebut dapat mengontrol diri mereka sendiri agar tidak menjadi
anak yang termasuk dalam golongan anak yang memiliki masa depan suram.
BAB II
ISI
A. Pengertian Pendidikan Seks/Sex Education
Apa sih pendidikan seks
itu? Pendidikan seks bukan hanya cara mempelajari tentang cara melakukan seks.
Namun pendidikan seks mencakup banyak hal seperti penyimpangan seks, masalah
reproduksi, kejahatan seks, hukum, moral dan lain-lain. Jadi pendidikan seks
itu bukan semata-mata how to do sex
(cara melakukan seks).
Menurut tokoh
pendidikan Nasional Arif Rahman Hakim, pendidikan seks adalah perlakuan proses
sadar dan sistematis di sekolah, keluarga dan masyarakat untuk menyampaikan
proses perkelaminan menurut agama dan yang sudah ditetapkan oleh masyarakat.
Pendidikan
seks secara terminologi menurut Moh. Roqib adalah merupakan upaya transfer
pengetahuan dan nilai (knowledge and
values) tentang fisik-genetik manusia dan fungsinya, khususnya yang terkait dengan jenis
(sex) laki-laki dan perempuan sebagai
kelanjutan dari kecenderungan primitif makhluk hewan dan manusia yang tertarik
dan mencintai lawan jenisnya.
Abdul
Aziz Qussy mengatakan pendidikan seks adalah pemberitahuan pengalaman yang
benar kepada anak agar dapat membantunya dalam menyesuaikan diri dalam
kehidupannya di masa depan sebagai hasil dari pemberian pengalaman sehingga dia
akan memperoleh sikap mental yang baik terhadap masalah seks dan masalah keturunan.
Jadi
kesimpulannya pendidikan seks adalah upaya pengajaran, penyadaran, dan
penerangan tentang masalah-masalah seksual yang diberikan kepada anak, dalam
usaha menjaga anak agar terbebas dari kebiasaan yang tidak baik serta menutup
segala kemungkinan yang mengarah kehubungan seksual terlarang. Pengarahan dan
pemahaman yang sehat tentang seks dari aspek kesehatan fisik, psikis, dan
spiritual.
B.
Tahapan Usia Untuk Mengajarkan Pendidikan Seks
Kapankah sebaiknya pendidikan seks itu dilakukan? Menurut Dr
Rose Mini AP, M.Psi, psikolog pendidikan, seks bagi anak wajib diberikan
orangtua sedini mungkin. “Pendidikan seks wajib diberikan orangtua pada anaknya
sedini mungkin. Tepatnya dimulai saat anak masuk play group (usia 3-4 tahun), karena pada usia ini anak sudah dapat
mengerti mengenai organ tubuh mereka dan dapat pula dilanjutkan dengan
pengenalan organ tubuh internal.
Salah satu cara menyampaikan pendidikan seksual pada anak
dapat dimulai dengan mengajari mereka membersihkan alat kelaminnya sendiri.
Ajari anak untuk membersihkan alat genitalnya dengan benar
setelah buang air kecil (BAK) maupun buang air besar (BAB), agar anak dapat
mandiri dan tidak bergantung dengan orang lain. Pendidikan ini pun secara tidak
langsung dapat mengajari anak untuk tidak sembarangan mengizinkan orang lain
membersihkan alat kelaminnya.
Dalam memberikan
Pendidikan Seks kita harus sesuaikan dengan umur mereka.
Berikut ini beberapa tahapan umur dan cara memberikan pendidikan seks sesuai
dengan tingkat usia anak:
a. Balita
(1-5 tahun)
Pada usia ini, Anda bisa mulai mulai memperkenalkan kepada si
kecil organ-organ seks miliknya secara singkat. Misalnya saat memandikan si
kecil, Anda bisa memberitahu berbagai organ tubuhnya, seperti rambut, kepala,
tangan, kaki, perut, dan jangan lupa penis dan vagina atau vulva. Lalu
terangkan perbedaan alat kelamin dari lawan jenisnya, misalnya jika si kecil
memiliki adik yang berlawanan jenis.
b.
Usia 5-10 tahun
Pada usia ini anak cendrung aktif untuk bertanya
salah satu pertanyaannya adalah dari mana aku berasal Bu? Terkadang orang tua
yang kurang memahami pertnyaan itu bisa menjawab dengan jawaban yang bisa
membuat anak tambah bingung.
Disini orang tua bisa menjawab “ nak, kamu dari
sini (sambil menunjuk perut)“ atau orang tua bisa mencontohkan nya dengan
melihatkan anak orang yang sedang mengandung.
Disamping itu orang tua harus memberitahu si kecil jika ada
orang lain yang memegang kemaluan si kecil tanpa sepengetahuan orang tua agar
si kecil berteriak. Hal ini adalah salah satu usaha preventif agar si anak
terhindar dari penjahat-penjahat kelamin.
c. Usia
Menjelang Remaja
Pada Masa ini biasanya anak sudah
mengalami pubertas dimana perubahan tubuh-tubuhnya secara morfologi sudah sudah terlihat. Peran orang tua adalah menjelaskan
mereka bahwa perubahan mereka murni alami terjadi agar mereka tidak banyak
bertanya yang menyebabkan mereka terpancing untuk bertanya yang tidak harus di
pertanyakan ?
d.
Usia Remaja
Masa ini adalah masa dimana bisa dikatakan organ
seksualnya sudah matang. Disini peran orang tua sangat di butuhkan dalam
memberikan nilai moral, dampak negatif dan hukum. Agar anak-anak tidak yang
terjerumus ke dalam masalah kawin muda.
Maka dari itu perlunya pengawasan yang lebih ketat
terhadap anak-anak yang ada pada masa remaja. Agar terhindar dari
informasi-informasi yang tidak mendidik. Misalnya inforrmasi dari teman, VCD
porno, majalah, dan internet.
C. Pentingnya Dilakukan Pendidikan Seks/Seks Education
Ketidaktahuan remaja mengenai seks akan menggiring mereka
kepada perasaan ingin mencoba-coba hal baru. Oleh karena itu, pendidikan seks
sangat penting untuk diberikan, mengingat pada saat remaja terjadi proses
puberitas sehingga mereka mengalami dorongan seks yang dipengaruhi hormon yang
sedang meledak-ledak. Jika pendidikan seks tidak diberikan saat anak menginjak
masa remaja, maka akan berdampak negatif, tidak hanya kurang pahamnya mereka
mengenai dampak dari perilaku seks yang mereka lakukan, namun juga tidak
siapnya mereka menanggung akibat dari kegiatan seks tersebut seperti: remaja
yang hamil di luar nikah, tingkat aborsi yang tinggi, nikah muda, serta
penyakit kelamin merupakan akibat dari kurangnya pendidikan seks bagi remaja.
Menurut seorang psikolog, Sarwono, dalam bukunya psikologi remaja,
pendidikan seks yang harus diberikan kepada remaja sebaiknya mencakup
norma-norma yang berlaku di masyarakat, apa yang dilarang, apa yang dilazimkan
dan bagaimana melakukannya tanpa melanggar aturan-aturan yang berlaku di
masyarakat. Pendidikan seks bertujuan menjelaskan aspek-aspek anatomis,
biologis, psikologis, dan moral, serta nilai-nilai kultur dan agama. Inti dari
pendidikan seks adalah bertujuan untuk membentuk sikap emosional yang sehat
terhadap masalah seks dan membimbing remaja menjalani kehidupan dewasa yang
sehat dan bertanggung jawab.
Adapun Penjelasan akibat dari dampak hubungan seks bagi
remaja:
1.
Hamil di
Luar Nikah
Hamil diluar nikah merupakan kasus yang sangat popular. Namun
yang mendapat penderitaan disini adalah prempuan karena kita tahu yang mengandung/hamil
adalah perempuan. Disamping itu setelah hamil banyak sekali yang ditinggal
pergi oleh orang yang menghamilinya seperti pacarnnya atau Orang lain yang
memperkosa. Bahkan disini bukan hanya orang lain yang memperkosa tapi tindakan
bejat dari bapaknya sendiri. Bayangkan dampak psikologis yang dapat ditanggung
oleh perempuan yang hamil di luar nikah ini terutama pada remaja.
Remaja tersebut akan merasa terasingkan/atau di jauhi oleh
teman-teman sebayanya. Terkadang yang remaja yang hamil di luar nikah ini
mendapatkan pandangan negatif dari warga setempat sehingga warga setempat pun
menjauhi remaja yang hamil di luar nikah. Akibatnya remaja tersebut depresi
yang mengakibatkan remaja bunuh diri .
2.
Aborsi
Hubungan sex diluar nikah membawa cukup banyak dampak negatif
bagi diri pelaku maupun lingkungan sekitar. Salah satunya adalah aborsi, Aborsi
merupakan proses pengguguran kandungan. Perbuatan aborsi, juga memiliki resiko yang sangat tinggi
terhadap keselamatan dari perempuan itu sendiri. Berikut ini resiko yang
terjadi jika melakukan aborsi khususnya remaja:
Ø Kematian karena terlalu banyak pendarahan
Ø Kematian mendadak karena pembiusan yang gagal
Ø Kematian secara lambat akibat infeksi serius
disekitar kandungan.
Ø Sobeknya rahim (Uterine Perforation)
Ø Kerusakan leher rahim (Cervical Lacerations) yang akan menyebabkan cacat pada anak
berikutnya.
Ø Kanker payudara (karena ketidakseimbangan
hormon estrogen pada wanita)
Ø Kanker indung telur (Ovarian Cancer)
Ø Kanker leher rahim (Cervical Cancer)
Ø Kanker hati (Liver Cancer)
Ø Kelainan pada placenta/ari-ari (Placenta Previa) yang akan menyebabkan
cacat pada anak berikutnya dan pendarahan hebat pada saat kehamilan berikutnya.
Ø Infeksi rongga panggul (Pelvic Inflammatory Disease)
Ø Menjadi mandul/tidak mampu memiliki keturunan
lagi (Ectopic Pregnancy)
Ø Infeksi pada lapisan rahim (Endometriosis)
Ø Infeksi alat reproduksi karena melakukan
kuretase (secara medis) yang dilakukan secara tak steril. Hal ini membuat
remaja mengalami kemandulan dikemudian hari setelah menikah.
Ø Resiko pendarahan sehingga remaja dapat
mengalami shock akibat pendarahan dan
gangguan neurologist. Selain itu
pendarahan juga dapat mengakibatkan kematian ibu maupun anak atau keduanya.
Ø Resiko terjadinya reptur uterus atau robeknya rahim lebih besar dan menipisnya
dinding rahim akibat kuretase.
Kemandulan oleh karena robeknya rahim, resiko infeksi, resiko shock sampai resiko kematian ibu dan
anak yang dikandungnya.
Ø Terjadinya fistula
genital traumatis adalah suatu saluran atau hubungan antara genital dan saluran kencing atau saluran
pencernaan yang secara normal tidak ada.
Itulah
sedikit akibat dari aborsi khususnya bagi para remaja prempuan maka dari itu orang
tua harus lebih mengawasi anak-anak yang mereka miliki terutama anak remaja
yang rentan melakukan hubungan seks di luar nikah sehingga tidak berujung pada
aborsi yang beresiko.
3.
Nikah Muda
Kasus
ini merupakan akibat hamil di luar nikah jika seorang laki-laki mau bertanggung
jawab karena menghamili seorang perempuan. Namun hal ini memiliki dampak yang
cukup berperpangaruh jika yang menghamili perempuan remaja tersebut masih
seorang pelajar dengan kata lain remaja yang masih menumpang pada orang tua.
Berikut sedikit dampak yang dapat di rasakan remaja jika nikah muda :
·
Rentan perceraian karena setiap masalah dihadapi
dengan emosi dan saling menyalahkan.
·
Memiliki dampak psikologis yang cukup berpengaruh negatif.
·
Kehilangan kesempatan untuk mengenyam pendidikan.
·
Kehilangan kesempatan menikmati masa muda untuk bergaul bersama
teman.
·
Kehilangan kesempatan berkarier.
·
Berisiko mengalami gangguan seksual.
4.
Penyakit Kelamin.
Para remaja, bukan hanya itu, tetapi orang dewasa
juga harus mengetahui banyak hal tentang bahaya penyakit kelamin.
Penyakit tersebut dibagi menjadi beberapa jenis dan tipe, penyebaran bisa
melalui virus, jamur atau bakteri. Herpes adalah salah satu penyakit kelamin
yang menyerang daerah kelamin bahkan mulut. Meskipun Sipilis atau Chlamydia
adalah penyakit kelamin yang dapat disembuhkan dengan antibiotic. Penyakit
kelamin yang tidak dapat disembuhkan seperti Herpes dan terparah adalah AIDS
yang disebabkan oleh virus HIV yang
berpotensi terhadap kematian.
Dari empat alasan tesebut sudah cukup membuat
pendidikan seks tesebut memang sangat penting untuk diajarkan kepada anak-anak
terutama pada remaja. Bukan hanya pada remaja pendidikan seks harus diberikan
juga kepada masyarakat terutama orang tua agar orang tua dapat mengarahkan
anak-anak mereka menjadi anak yang memiliki masa depan-masa depan yang cerah
sehingga bangsa kita menjadi bangsa yang maju dan menjadi panutan dari setiap negara
yang ada di dunia ini.
D.
Hasil Penelitian
Dari beberapa pertanyaan tentang
pendidikan seks yang telah diberikan kepada masyarakat yang memiliki profesi berbeda,
ternyata mereka memiliki persepsi
yang berbeda-beda tentang pendidikan seks itu. Salah satunya adalah remaja yang
ada di sekolah Penulis. Penulis mengumpulkan sekitar 20 siswa kelas X SMA
Negeri 2 Selong untuk menjawab beberapa pertanyaan. Berikut pertanyaan yang diberikan:
1.
Apa yang anda ketahui tentang pendidikan seks ?
2.
Apakah orang tua anda pernah memberikan anda
pendidikan seks ? Bagaimana?
3.
Menurut anda seberapa pentingkah pendidikan
seks itu ? Jelaskan?
4.
Apakah anda pernah terdorong untuk ingin tahu
masalah tentang seks? Mengapa?
5.
Menurut anda kapan sebaiknya pendidikan seks
itu diajarkan?
Dari 20 subjek yang dikumpulkan
ternyata masih banyak yang bingung mengenai pertanyaan-pertanyaan tersebut.
Disini pertanyaan yang paling di tekankan adalah pertanyaan nomor 2 yaitu “Apakah orang tua anda pernah memberikan anda
pendidikan seks?”
Tabel
data tanggapan subject “Apakah
orang tua Anda pernah memberikan Anda pendidikan seks?”:
No
|
Nama siwa/ siswi
|
Pernah
|
Tidak Pernah
|
1
|
Ari
Budiman Setiawan
|
-
|
+
|
2
|
Bq.
Lasmining Putri R.
|
-
|
+
|
3
|
Bq.
Ru'ya Annisa
|
+
|
-
|
4
|
Bq.
Zurriyatun Shalihah
|
+
|
-
|
5
|
Dana
Putri Maulida S.
|
-
|
+
|
6
|
Dini
Putri Maulida S.
|
-
|
+
|
7
|
Intan
Permata
|
-
|
+
|
8
|
Isnu
Gema Satria Putra
|
-
|
+
|
9
|
Khairil
Umami
|
+
|
-
|
10
|
L.
Riko Elandre Kurnia
|
-
|
+
|
11
|
Lulu
Bianglala
|
-
|
+
|
12
|
Neni
Septiana Aini
|
-
|
+
|
13
|
Nurul
Yeni Safitri
|
-
|
+
|
14
|
Nuzulul
Kholifi
|
-
|
+
|
15
|
Panca
Nugraha
|
-
|
+
|
16
|
Saptohadi
M.
|
-
|
+
|
17
|
Siti
Herdianti
|
-
|
+
|
18
|
Trisna
|
-
|
+
|
19
|
Ulfatus
Syarifah
|
-
|
+
|
20
|
Yuni
Hidayati
|
-
|
+
|
Jumlah
|
3
|
17
|
|
Keterangan : + :
Tanggapan Positif
- :
Tanggapan Negatif
Dari tabel diatas dapat
disimpulkan bahwa banyak sekali subjek yang memiliki tanggapan negatif dalam
arti masih banyak yang belum mendapatkan pendidikan seks dari orang tua subjek.
Padahal subjek disini adalah siswa kelas X yang bisa dikatakan siswa yang sudah
Remaja. Sedangkan siswa remaja sudah
seharusnya mendapatkan pendidikan seks yang sepatutnya remaja terima.
Anak remaja ini rentan akan pengaruh-pengaruh yang bersifat
negatif seperti: Hamil di luar nikah, aborsi, nikah muda, penyakit kelamin dan
lain-lain. Maka dari itu remaja sudah sepatutnya mendapatkan pendidikan seks
itu agar remaja tidak terpengaruh dengan masalah masalah yang bersifat negatif
tersebut.
Di SMA
Negeri 2 Selong bukan hanya siswa yang penulis jadikan sebagai Subjek tapi juga
Guru yaitu Bapak Zainul Muttaqin. Beliau
adalah salah satu guru Olah Raga yang ada Di SMA Negeri 2 Selong . Penulis
menggunakan metode wawancara untuk mengetahui bagimana pendapat Bapak Zainul
Muttaqin tentang pendidikan seks. Beliau berpendapat bahwa pendidikan seks itu
sangat penting itu karena Beliau menganggap
pendidikan seks dapat menaggulangi
hal-hal yang tidak di inginkan seperti terjadinya nikah muda. Beliau juga menyarankan pendidikan
seks itu Dilakukan pada anak yang sudah kelas 7 SMP dengan cara mengenalkan
anatomi-anatomi organ reproduksi dan mengajarkan nilai moral dan agama tentang
pendidikan seks.
Ada pun penulis mewawancarai
berapa orang yang ada di kampung Muhajirin, Selong Kabupaten Lombok Timur
Provinsi NTB (Nusa Tenggara Barat). Sebagian
berpendapat pendidikan Seks Itu adalah pendidikan untuk mengajarkan bagaimana
cara melakukan seks. Namun ada Juga yang berpendapat bahwa pendidikan seks itu bukan hanya bagaimana cara hubungan suami
istri? Namun sebenarnya pendidikan seks itu mengajarkan seorang anak khususnya
remaja tentang seks dalam arti Moral dan dampak negatif dan positif. Namun pada
umumnya banyak masyarakat yang tidak tahu , apakah pendidikan seks Itu?
E. Lampiran
Berikut foto penulis
yang sedang melakukan penelitian di SMA Negeri 2 Selong:
Berikut foto-foto
korban kurangnya pendidikan seks seperti nikah muda, hamil di luar nikah
(Dokumentasi dari LPA (Lembaga Perlindungan Anak) Lombok Timur Provvinsi
NTB) :
"Mohon Maaf Content INi Forbidden"
BAB III
KESIMPULAN
Dari semua uraian diatas penulis dapat menyimpulkan bahwa
pendidikan seks adalah pendidikan yang bertujuan untuk memberikan pembelajaran
tentang seks, anatomi biologis kelamin, moral, hukum, dan lain-lain. Pendidikan
seks tesebut dapat menanggulangi secara preventif kasus-kasus remaja yang cukup
popular di negara Indonesia seperti: hamil di luar nikah, aborsi, kawin muda,
dan penyakit kelamin. Pendidikan seks ini diberikan kepada anak-anak sesuai
dengan umur mereka. Karena jika pendidikan seks ini dilakukan tanpa
memperhatikan tingkatan umur dapat dipastikan anak-anak tidak akan mengerti.
Adapun jika anak-anak penasaran dapat membuat anak mencari informasi dari
media-media yang belum tentu memberi jawaban yang baik kepada mereka tapi
memberikan mereka jawaban yang membuat mereka berkembang menjadi anak yang
tidak berbudi pekerti.
BAB IV
REKOMENDASI
A.
Remaja
·
Remaja dapat melakukan kegiatan positif yang
menyibukkan mereka seperti: berorganisasi, bermusik, berdrama dan lain-lain
·
Remaja harus berpikir ke depan dan memikirkan
dampak yang dapat terjadi kepada mereka apabila melakukan hubungan seks di luar
nikah.
·
Remaja harus bisa menjaga sikap jika bertemu
lawan jenis mereka yang sebaya.
·
Remaja harus rajin beribadah agar terhindar dari
perbuatan seperti yang diatas.
B.
Orang Tua
·
Masyrakat harus merubah pandangan mereka tentang
pendidikan seks bahwa pendidikan seks itu bukan hanya cara untuk melakukan
hubungan seks tapi pendidikan seks bersangkutan dengan moral seorang anak.
·
Masyarakat harus mengajarkan anak pendidikan
seks sesuai dengan umur seorang anak
·
Jangan biarkan seorang anak penasaran tentang
masalah seks karena dapat menyebabkan anak mencari informasi dari media yang
tidak jelas informasinya sehingga dapat berakibat fatal.
C.
Sekolah
·
Sekolah harus menggalakan kurikulum tentang
pendidikan seks.
·
Sekolah harus mengadakan sosialisai setiap tahunnya
kepada siswa/siswi tentang pendidikan seks.
·
Sekolah harus mengadakan sosialisasi setiap
tahunnya kepada orang tua dan tenaga kerja yang mengajar di sekolah tentang
pendidikan seks sehingga guru dan orang tua dapat menyampaikan masalah seks itu
kepada siswa atau anak remaja dengan efektif dan efisien.
D.
Pemerintah
·
Pemerintah harus mengadakan program setiap
sekolah dan harus memiliki kurikulum pendidikan seks dengan memberikan dana ke
setiap sekolah untuk mengadakan sosialisasi tentang pendidikan seks.
·
Pemerintah harus mengadakan sosialisasi secara
merata pendidikan seks di setiap kota dan desa yang ada di Indonesia.
BAB V
REFRENSI
·
Rajanulis.
(2008). Pengertian pendidikan seks. Artikel. Diakses pada 13 Mei 2012 dari http://id.shvoong.com/lifestyle/family-and-relations/2288682-pengertian-pendidikan-seks/
·
Anonym. (2007). Resiko aborsi khususnya pada
remaja. Artikel. Diakses pada 12 Mei 2012 dari
http://www.f-buzz.com/2008/07/01/resiko-aborsi-khususnya-pada-remaja/#
·
Wibowo
, Nailul Umam. (2012). Kurikulum Pendidikan Seks .artikel.diakses pada 14 Mei
2012 dari http://re-searchengines.com/nailulwibowo2.html
·
Anonym.
(2004). Pentingnya Pendidikan Seks Untuk Anak . Artikel. Diakses pada 14 Mei
2012 dari http://m.ibudanbalita.com/diskusi/pertanyaan/26545/Pentingnya-Pendidikan-Seks-Untuk-Anak-Artikel
·
Ridha,
Akram. (2005). Puber tanpa gejolak. Cetakan ke-1.jakarta: Qitshi Press.
