Contoh Makalah Bahasa Indonesia
Contoh Makalah Bahasa Indonesia - Misi-misi kali boleh lewat buat numpang posting gak...???
makasih ...okeh langsung aja yah biar cepat atau biar gak lama atau biar tidak membuang waktu xncofies mau share tugas bahasa indonesia Yaitu Contoh Makalah Bahasa Indonesia yang mungkin Sedang temen search saat ini.
silahkan Membaca Contoh Makalah Bahasa Indonesia:
makasih ...okeh langsung aja yah biar cepat atau biar gak lama atau biar tidak membuang waktu xncofies mau share tugas bahasa indonesia Yaitu Contoh Makalah Bahasa Indonesia yang mungkin Sedang temen search saat ini.
silahkan Membaca Contoh Makalah Bahasa Indonesia:
BAB
I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
Upaya
yang dilakukan oleh pemerintah dalam membangun paradigma pembangunan dalam
bidang pendidikan tidak pernah berhenti. Berbagai terobosan baru terus dilakukan oleh pemerintah
melalui Depdiknas. Upaya itu antara lain dalam pengelolaan sekolah, peningkatan
sumber daya tenaga pendidikan, pengembangan/penulisan materi ajar, serta
pengembangan paradigma baru dengan metodologi pengajaran.
Otak dapat menyerap ilmu-ilmu
pengetahuan tersebut ketika ada media yang digunakan dalam penyampaiannya. Otak
akan lebih mampu menerima apa yang disampaikan lewat audio visual ataupun audio
saja. Mengapa demikian? Karena sesuatu yang bersuara dan bergerak adalah hal
yang tidak monoton, begitu pula dengan sesuatu yang bersifat suara. Di dalam
suara terdapat nada-nada yang kemudian menjadi intonasi yang dapat didengarkan.
Tapi tidak ada yang sempurna di dunia ini kecuali Yang Maha Kuasa. Sepintar
apapun manusia membuat media untuk proses pembelajaran, tidak akan dapat
menandingi media-media yang telah Allah ciptakan.
Walaupun berbagai cara telah dilakukan
itu tidak memiliki arti penting dalam pembangunan paradigma di bidang
pendidikan. Sehingga minat belajar siswa pada umumnya semakin hari semakin
berkurang.
Akibat dari kurangnya minat belajar
siswa adalah siswa sering sekali berbicara saat guru sedang menjelaskan materi
sehingga pada saat pengambilan nilai, siswa pada umumnya mendapatkan nilai yang
sangat buruk. Disamping itu tidak sedikit siswa yang sering membolos karena
minat belajarnya yang sangat kurang.
B.
PERMASALAHAN
1. Bagaimanakah cara kita untuk
menumbuhkan minat belajar siswa
BAB II
PEMBAHASAN
Untuk
menumbuhkan minat terhadap suatu mata pelajaran, lakukan kegiatan yang
menyangkut hal itu. Minat belajar akan tumbuh apabila kita berusaha mencari
berbagai keterangan selengkap mungkin mengenai mata pelajaran itu, umpamanya
arti penting atau pesonanya dan segi-segi lainnya yang mungkin menarik.
Keterangan itu dapat diperoleh dari buku pegangan. ensiklopedi, guru dan siswa
senior yang tertarik atau berminat pada mata pelajaran itu. Disamping itu perlu
dilakukan kegiatan yang berhubungan dengan mata pelajaran itu, misalanya pada
mata pelajaran seni rupa usahakan mengikuti apa yang harus dilakukan apakah
dengan menggambar atau melukis. Dengan langkah-langkah itu minat siswa terhadap
mata pelajaran itu akan tumbuh.
cara-cara untuk menumbuhkan minat
belajar pada diri siswa adalah sebagai berikut :
1. Periksalah kondisi jasmani anak,
untuk mengetahui apakah segi ini yang menjadi sebab.
2. Gunakan metode yang bervariasi dan
media pembelajaran yang menarik sehingga dapat merangsang anak untuk belajar
3. Menolong anak memperoleh kondisi
kesehatan mental yang lebih baik.
4. Cek pada orang atau guru-guru lain ,
apakah sikap dan tingkah laku tersebut hanya terdapat pada pelajaran saudara
atau juga ditunjukkan di kelas lain ketika diajar oleh guru-guru lain.
5. Mungkin lingkungan rumah anak kurang
mementingkan sekolah dan belajar. Dalam hal ini orang-orang di rumah perlu
diyakinkan akan pentingnya belajar bagi anak.
6. Cobalah menemukan sesuatu hal yang
dapat menarik perhatian anak, atau tergerak minatnya. Apabila minatnya
tergerak, maka minat tersebut dapat dialihkan kepada kegiatan-kegiatan lain di
sekolah.
Ada
beberapa faktor yang mempengaruhi minat belajar , yaitu :
1. a. Aspek jasmaniah, mencakup
kondisi fisik atau kesehatan jasmani dari individu siswa. Kondisi fisik yang
prima sangat mendukung keberhasilan belajar dan dapat mempengaruhi minat
belajar. Namun jika terjadi gangguan kesehatan pada fisik terutama indera
penglihatan dan pendengaran, otomatis dapat menyebabkan berkurangnya minat
belajar pada dirinya.
b. Aspek Psikologis (kejiwaan), menurut Sardiman (1994:44) faktor psikologis meliputi perhatian, pengamatan, tanggapan, fantasi, ingatan, berfikir, bakat,dan motif. Pada pembahasan berikut tidak semua faktor psikologis yang dibahas, tetapi hanya sebagian saja yang sangat berhubungan dengan minat belajar.
b. Aspek Psikologis (kejiwaan), menurut Sardiman (1994:44) faktor psikologis meliputi perhatian, pengamatan, tanggapan, fantasi, ingatan, berfikir, bakat,dan motif. Pada pembahasan berikut tidak semua faktor psikologis yang dibahas, tetapi hanya sebagian saja yang sangat berhubungan dengan minat belajar.
2. Perhatian merupakan pemusatan
energi psikologi yang tertuju kepada suatu objek pelajaran atau kesadaran yang
menyertai aktivitas belajar. Tanpa adanya perhatian dalam aktivitas belajar
akan berdampak terhadap kurangnya penguasaan materi pelajaran, sehingga hasil
yang dicapai dalam belajar kurang memuaskan. Kurangnya perhatian terhadap materi
yang dipelajari juga mengakibatkan kurangnya minat belajar pada diri siswa.
3. Ingatan, secara teoritis akan
berfugsi untuk mencamkan atau menerima kesan-kesan dari luar, menyimpan kesan,
dan memproduksi kesan. Oleh karena itu ingatan merupakan kecakapan untuk
menerima, menyimpan, dan memproduksi kesan-kesan di dalam belajar. Siswa yang
mempunyai daya ingat yang kurang sangat berpengaruh terhadap minatnya untuk
belajar.
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Minat
belajar merupakan salah satu komponen yang berpengaruh terhadap keberhasilan
belajar. Untuk menumbuhkan minat belajar pada diri siswa, terlebih dahulu kita
harus memperhatikan apa yang menjadi latar belakang yang menyebabkan berkurang
atau bahkan hilangnya minat belajar. Setelah itu baru kita mengambil
langkah-langkah apa yang harus kita lakukan untuk menumbuhkan minat belajar
pada diri siswa. Dengan demikian upaya untuk menumbuhkan minat belajar sesuai
dengan sasarannya.
Dari
uraian yang telah dipaparkan di atas, maka dapat kita tarik beberapa kesimpulan
yang berkaitan dengan upaya menumbuhkan minat belajar pada peserta didik.
Pertama, pahami dan kenali terlebih dahulu kondisi fisik dan psikologis siswa.
Kedua, gunakan teknik dan metode yang bervariasi dalam penyajian materi
pembelajaran. Ketiga, penggunaan media pembelajaran hendaknya dapat merangsang
siswa untuk tertarik ikuti serta dalam pembelajaran.
Itulah Postingan Saya yang Berjudul Contoh Makalah Bahasa Indonesia
