Manfaat dan Kerugian Golongan Halogen
a. Senyawa yang bermanfaat sebagai Desinfektan (seperti kaporit)
Yang
bisa dijadikan sebagai desinfektan diantaranya adalah kaporit atau
kalsium hipoklorit merupakan senyawa kimia yang mempunyai rumus kimia
Ca(OCl)2. Kaporit biasanya digunakan untuk menjernihkan air.
Kaporit adalah padatan putih yang siap didekomposisi didalam air untuk
kemudian melepaskan oksigen dan klorin. Kalsium hipoklorit memiliki
aroma klorin yang sangat kuat.senayawa ini tidak terdapat dilingkungan
secara bebas.
Dalam
Perang Dunia 1 gas klor digunakan sebagai senjata kimia karena sifatnya
yang mengiritasi jaringan saluran pernapasan yang peka di dalam paru –
paru. Inilah alasan mengapa uap klor dalam kaporit yang terhirup
seringkali memperburuk keluhan asma dan bronkitis, terutama pada
anak-anak yang jaringannya masih sangat peka. Penggunakan kalsium
hipoklorit utamanya sebagai agen pemutih atau desinfektan. Senyawa ini
adalah komponen yang digunakan dalam pemutih komersial, larutan
pembersih, desinfektan untuk air minum, sistem pemurnian air dan kolam
renang.
Kaporit
dapat berinteraksi dengan lingkungan, ketika berada diudara , kaporit
akan terdegradasi oleh sinar matahari dan senyawa-senyawa lain yang
terdapat diudara. Ketika diair kalsium hipoklorit akan berpisah menjadi
ion kalsium (Ca2+) dan hipoklorit (ClO-). Ion ini
dapat bereaksi dengan substansi-substansi lain yang terdapat diair.
Kalsium hipoklorit tidak terakumulasi didalam rantai makanan.
Penambahan
kaporit ke dalam air akan mengbasilkan senyawa kimia sampingan yang
bernama Trihalometana (THM). Senyawa ini banyak diklaim oleh para pakar
air di luar negeri sebagai penyebab produksi radikal bebas dalam tubuh (
mengakibatkan kerusakan sel dan bersifat karsinogenik ). Penelitian
lain di Hartford, Connecticut, AS menemukan “Wanita dengan kanker
payudara rnernpunyai kadar organochlorines (zat sampingan klorinasi)
lebih tinggi hingga 50-60% lebih tinggi di dalam jaringan payudaranya
dibanding mereka yang tidak mempunyai kanker”.
Efek
toksik dari kalsium hipoklorit utamanya bergantung pada sifat korosif
hipoklorit. Jika sejumlah kecil dari pemutih (3-6% hipoklorit) tertelan
(ingesti), efeknya adalah iritasi pada sistem gastrointestinal. Jika
konsentrasi pemutih yang tertelan lebih besar, misalnya hipoklorit 10%
atau lebih, efek yang akan dirasakan adalah iritasi korosif hebat pada
mulut, tenggorokan, esofagus, dan lambung dengan pendarahan, perforasi
(perlubangan), dan pada akhirnya kematian. Jaringan parut permanen dan
penyempitan esofagus dapat muncul pada orang-orang yang dapat bertahan
hidup setelah mengalami intoksikasi (mabuk hipoklorit) hebat. Jika gas
klorin yang terlepas dari larutan hipoklorit terhirup (inhalasi), efek
yang akan muncul adalah iritasi pada rongga hidung, sakit pada
tenggorokan, dan batuk. Kontak dengan larutan hipoklorit kuat dengan
kulit akan menyebabkan kulit melepuh, nyeri bakar, dan inflamasi. Kontak
mata dengan larutan pemutih konsentrasi rendah menyebabkan iritasi
ringan, tetapi tidak permanen. Larutan dengan konsentrasi yang tinggi
dapat menyebabkan luka mata parah. Pajanan hipoklorit dalam level rendah
pada jangka waktu lama dapat menyebabkan iritasi kulit. Belum diketahui
apakah pajanan klorin memiliki efek pada kemampuan reproduksi.
International Agency for research on Cancer (IARC) telah menetapkan
bahwa garam hipoklorit tidak diklasifikasikan bersifat karsinogenik
terhadap manusia. Anak-anak mungkin terpajan kalsium hipoklorit dengan
jalur yang sama dengan orang dewasa. Tidak diketahui apakah anak-anak
berbeda dengan orang dewasa terkait dengan suseptibilitasnya terhadap
kalsium hipoklorit. Secara umum, anak-anak dapat lebih berisiko terhadap
bahan korosif daripada orang dewasa. Belum diketahui juga apakah
kalsium hipoklorit dapat menyebabkan cacat lahir atau efek pada
perkembangan tubuh lainnya.
b. Senyawa yang berbahaya bagi lingkungan
· CFC
CFC atau klorofluoro karbon, yaitu senyawa-senyawa yang mengandung atom karbon dengan klorin dan fluorin terikat padanya.
CFC
merupakan zat-zat yang tidak mudah terbakar dan tidak terlalu toksik.
Dengan demikian zat ini memiliki banyak kegunaan. CFC digunakan sebagai
pendingin, bahan bakar untuk aerosol, untuk menghasilkan plastic busa
seperti busa polistirena atau poliuretana yang memuai, dan sebagai
pelarut untuk pembersih keringan dan untuk tujuan-tujuan minyak.
o Kegunaan CFC
Pada
zaman sekarang, banyak sekali kebutuhan masyarakat yang harus dipenuhi,
barang yang dibutuhkan oleh masyarakat sekarang banyak sekali yang
menggunakan CFC. Sebagian dari mereka menggunakan CFC dengan cara yang
tidak terkira banyaknya. Selama bertahun-tahun, senyawa-senyawa kimia
tersebut secara luas dipakai untuk berbagai keperluan, seperti:
· Alat-alat pendingin ruangan (air conditioner/AC)
CFC yang digunakan pada alat pendingin ruangan (air conditioner/AC) lebih dikenal dengan freon yang digunakan sebagai pendingin.
· Media pendingin di lemari es
Sama
halnya seperti AC, pada kulkas terdapat CFC yang digunakan sebagai
pendingin walaupun tidak berpengaruh terlalu banyak coba bayangkan
apabila seluruh masyarakat di dunia ini menggunakan lemari es berapa
banyak CFC yang terbuang tiap harinya.
· Bahan pelarut
CFC
yang terdapat pada bahan pelarut banyak digunakan bagi kilang-kilang
elektronik. sebagai pelarut untuk pembersih dan untuk tujuan pengeringan
minyak.
· Bahan dorong
CFC
digunakan sebagai bahan dorong dalam penyembur (aerosol), diantaranya
kaleng semprot pengharum ruangan, penyemprot rambut, minyak wangi
(parfum).
· Proses pembuatan plastik
untuk menghasilkan plastik busa seperti busa polistirena atau poliuretana yang memuai
Selain
itu CFC juga banyak digunakan sebagai blowing agent dalam proses
pembuatan foam (busa), sebagai cairan pembersih (solvent), bahan aktif
untuk pemadam kebakaran, bahan aktif untuk fumigasi di pergudangan,
pra-pengapalan, dan produk-produk pertanian dan kehutanan.
Selain
memiliki banyak kegunaan, CFC juga dapat merusak lingkungan. CFC dapat
merusak lapisan ozon, pada lapisanatmosfir yang tinggi ikatan C-Cl akan
terputus menghasilkan radikal-radikal bebas klorin. Radikal-radikal ini
yang merusak ozon. CFC juga bisa menyebabkan pemanasan global. Satu
molekul CFC misalnya, memiliki potensi pemanasan global sekitar 5000
kali lebih besar ketimbang molekul karbondioksida.
Dalam
kurun waktu 5 tahun , CFC bergerak naik secara perlahan kedalam
stratosfer (10 km – 50 km). Molekul CFC terurai setelah bercampur dengan
sinar UV yang kemudian membebaskan atom klorin. Atom klorin dapat
menyebabkan pemanasan global. Pemanasan global dapat dikurangi dengan
cara melakukan reboisasi di tempat sekitar kita.
· CCl4
CCl4
atau karbontetraklorida atau tetraklorometana, banyak digunakan dalam
sintesis kimia organik. Dulunya karbontetraklorida juga digunakan dalam
pemadam api dan refigerasi, namun sekarang sudah ditinggalkan. Pada
keadaan standar (suhu kamar) CCl4 adalah cairan tak berwarna
dengan bau yang manis yang dapat dideteksi pada tingkat rendah.
Karbontetraklorida merupakan cairan bening yang sangat mudah menguap,
kebanyakan karbontetraklorida yang lolos ke lingkungan karena itu
ditemukan sebagai gas. Karbontetraklorida ini tidak mudah terbakar.
Karbontetraklorida
lazim dipakai sebagai penginduksikerusakan hati. Dimasa lalu,
karbontetraklorida secara luas digunakan sebagai cairan pembersih, dalam
industry dan perusahaan dry cleaning sebagai agen pembersih, dan dalam
rumah tangga sebagai spot remover untuk pakaian, mebel dan karpet.
Karbontetraklorida tidak terjadi secara alami, tetapi telah diproduksi
dalam jumlah untuk membuat cairan pendingin dan propelan untuk kaleng
aerosol.
Hati sangat sensitive terhadap CCl4,
untuk kesehatan. Pada kasus ringan, hati menjadi bengkak dan sakit, dan
lemak menumpuk di dalam organ. Pada kasus uang parah, sel-sel hati
mungkin rusak atau hancur, menyebabkan penurunan fungsi hati. Efek
tersebut biasanya reversibel sudah terlalu tinggi atau terlalu lama.
Ginjal
juga sensitif terhadap karbontetraklorida. Kurang urin dapat terbentuk.
Yang mengarah ke penumpukan air dalam tubuh (terutama di paru-paru) dan
penumpukan produk-produk limbah dalam darah. Gagal ginjal sering
menjadi penyebab utama kematian pada orang yang meninggal setelah
terpapar sangat tinggi untuk karbontetraklorida.
Pencegahan dilakukan dengan memberikan antioksidan untuk antioksidan untuk meredam reaksi berbahaya senyawa toksik CCl4.
- Manfaat
- Flourin
Gas flourin (F2) terutama digunakan dalam proses pengolahan isotop Uranium235 yang merupakan bahan bakar reaksi nuklir. Dalam bijih uranium, isotop 235U bercampur dengan 238U. jika bijih itu direaksikan dengan F2(g), terbentuklah gas 235UF6 dan gas 238UF6, untuk selanjutnya fiolah menjadi unsur 235U.
Fluor
unsure maupun klor pentaflorida, telah dipakai sebagai zat pengoksid
dalam beberapa roket. Fluor digunakan untuk membuat berbagai macam
senyawa fluorin organik. Ini yang termasuk gas Freon, seperti CCl2F2 dan plastic yang tahan panas, teflon C2F2 untuk membuat Poli-PTFE jenis plastic tahan panas yang banyak digunakan pada peralatan mesin. Teflon dapat terurai pada
suhu sekitar 250°C (482°F) yang dicapai dalam beberapa oven yang dapat
bersih lagi dengan sendirinya, produk-produk pengurainya beracun.
Fluorin juga dapat digunakan untuk mengukir gelas, yakni asam fluoride (HF) yang dapat bereaksi dengan gelas (CaSiO3) dengan reaksi :
CaSiO3(s) + 8HF (aq) H2SiF(aq) + CaF2(s) + 3H2O(l)
Natrium fluoride, untuk mengawetkan kayu dari gangguan serangga. Belerang heksafluorida (SF6) yang dipakai sebagai isolator. Kriolit (Na3AlF6), untuk pelarut dalam pengolahan logam aluminium secara elektrolisis. CCl3F untuk insektisida, Freon -12 (CF2Cl2), sebagai zat pendingin pada kulkas dan AC, serta zat pendorong pada kosmetika aerosol (spray). Freon – 22 (CHClF2) sebagai zat pendingin rendah bahan makanan. CBrF3 dan CBr2F2, sebagai
pemadam kebakaran dalam pesawat Hidrofluorokarbon (HFC - 1340) jenis
bahan bakar dalam aerosol. Natrium heksafluorosilikat (Na2SiF6) ditambahkan dalam pasta gigi untuk mencegah kerusakan gigi.
- Klorin
Gas Cl2 sering digunakan sebagai desinfektan dan digunakan untuk menarik timah dari kaleng bekas membentuk SnCl4 kemudian
direduksi menjadi timah yang murni. Klor merupakan halogen yang paling
banyak dihasilkan dan jumlahnya jauh diatas yang lainnya. Dapat
digunakan, misalnya : Asam Klorida (HCl), merupakan asam peringkat
ketiga yang banyak diproduksi sesudah asam sulfat dan asam nitrat. HCl
terutama digunakan pada industri logam untuk membersihkan permukaan
logam, serta mengekstraksi logam-logam tertentu dari bijihnya.
Sebagai
garam dapur dan dipakai sebagai bahan baku pada berbagai jenis industri
kimia, digunakan Natrium Klorida (NaCl). Kalium Klorida (KCl) banyak
digunakan sebagai pupuk tanaman. Amonium Klorida (NH4Cl)
sebagai elektrolit pengisi batu baterai. Natrium Hipoklorit (NaClO) yang
dapat mengoksidasi zat warna, sehingga digunakan sebagai zat
pengelantang untuk kain dan kertas, dengan reaksi:
ClO- + zat berwarna Cl- + zat tak berwarna
CaOCl2 atau (Ca2+) (Cl-) (ClO-), dikenal sebagai serbuk pengelantang dengan nama kapul klor. Kalsium hipoklorit disingkat kaporit Ca(ClO)2 dikenal sebagai zat disenfektan pada air leding dan pemutih pakaian,kalsium klorat (KClO3), bahan pembuat koret\k api dan kembang api atau mercun.seng klorida (ZnCl2) sebagai bahan pematri/solder.Berbagai senyawa organic , seperti plastic(PVC),insektisida,DDT,CHCl3,pelarut CCl4 dll.
- Bromin
Br2
merupakan bahan baku untuk membuat senyawa- senyawa bromine,misalnya
natrium bromide sebagai zat sedative/obat penenang saraf,Br dalam
sejumlah besar digunakan untuk membuat perak bromide,yang disuspensikan
dengan gelatin untuk dipakai sebagai film fotografi . AgBr pada film
akan terurai menjadi perak (Ag) dan bromide (Br),jika terkena sinar matahari.kemudian film dicuci dengan larutan hipo natriumtiosilfat,Na2S2O3 untuk menghilangkan kelebihan AgBr.selanjutnya,AgBr diubah menjadi ion kompleks Ag(S2O3)23- yang larut,sehingga perak (Ag) tertinggal pada film sebagai bayangan hitam,metal bromide,(CH3Br) suatu bahan zat pemadam kebakaran. Etilena bromide (C2H4Br2),selama
bertahun-tahun kira-kira separuh dari ribuan ton brom yang di hasilkan
setiap tahun digunakan untuk membuat senyawa ini. Etilan bromide sebuah
komponen bensin etil yang sering ditambahkan poada bensin, agar senyawa
Pb dalam bensin diubah menjadi PbBr2 sehingga logam Pb tidak
mengendap dalam silinder. Dengan cara senyawa timbel ditambahkan kepada
bensin etil sebagai zat antikeruk (anti knock), tetapi timbel yang
terbentuk sewaktu pembakaran mereka cenderung merusak. Dengan adanya
etilena bromide, timbel ini membentuk timbel bromide yang mudah menguap,
yang lolos bersama gas-gas buangan dengan pencemaran atmosfer dan bukan
mesinnya.
- Iodine
Larutan I2
dalam alcohol disebut tingtur iodium, merupakan obat anti septic bagi
luka-luka agar tidak kena infeksi. Dalam industry tapioca, maizena, dan
terigu, larutan I2 dengan amilum akan memberikan warna biru.
Senyawa-senyawa iodine yang penting dan dapat dimanfaatkan, misalnya: Kalium Iodat (KIO3)
yang ditambahkan kedalam garam dapur, agar tubuh kita memperoleh
iodine. Pembuatan emulasi fotografi sebagai AgI (perak Iodida).
Quartz-Iod untuk bola lampu. Ammonium Iodida (NH4I) untuk lensa Polaroid. Iodoform (CHI3) untuk anseptik. Dalam laboratorium dapat digunakan untuk mentitrasi senyawa pengoksida kuat.
Posting Komentar untuk "Manfaat dan Kerugian Golongan Halogen "
Berkomentarlah Dengan kata-kata yang sopan dan santun.....
Posting Komentar